_mg_3416.jpg img_8778.jpg _mg_4083.jpg _mg_5881.jpg img_2661.jpg _mg_2878.jpg img_4573.jpg

ANALISIS BEBAN KERJA

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Artikel - Umum

- Dasar Hukum :

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/PMK.01/2006 tanggal 29 Desember 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Beban Kerja (Work Load Analysis).

- Latar Belakang :

Belum ada tools yang efektif untuk merencanakan kebutuhan pegawai per unit. Jumlah kebutuhan pegawai pada instansi pemerintah hingga saat ini belum seluruhnya dihitung secara tepat karena masih berdasarkan perkiraan semata yang berakibat pada ketidakefisienan organisasi.

- Tujuan :

Tujuan pengukuran/analisis beban kerja adalah untuk memperoleh informasi tentang efisiensi dan prestasi kerja unit/satuan organisasi/pemangku jabatan serta pemanfaatannya dalam rangka meningkatkan kualitas aparatur Negara.

- Manfaat :

o Penataan /penyempurnaan struktur organisasi;

o Penilaian prestasi kerja jabatan dan prestasi kerja unit;

o Bahan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja;

o Sarana peningkatan kinerja kelembagaan;

o Menyusun rencana kebutuhan pegawai secara riil sesuai dengan beban kerja organisasi;

o Program mutasi pegawai dari unit yang berkelebihan ke unit yang kekurangan pegawai;

o Program promosi pegawai;

o Reward and punishment terhadap unit atau pejabat;

o Bahan penyempurnaan program diklat.

- Teknik dan Tools Analisis Beban Kerja :

o Keputusan Presiden Nomor 58 Tahun 1964 tentang Jam kerja Kantor Pemerintah jo Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 1972 dan Keputusan Presiden Nomor 68 tahun 1995 telah ditentukan jam kerja instansi pemerintah sebanyak 37 jam per minggu.

o Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 71/KMK.01/1996 tentang Hari dan Jam Kerja di Lingkungan Departemen Keuangan adalah sebanyak 42 jam 45 menit perminggu.

o Atas ketentuan tersebut, perhitungan jam kerja efektif yang digunakan sebagai alat ukur dalam analisis beban kerja adalah :

Jam kerja formal per minggu :

Jam kerja efektif per minggu dengan allowance (waktu luang) 25% :

75/100 x 2.565 menit = 1.923,75 menit = 32 jam

Jam kerja efektif per hari:

5 hari kerja = 1923,75 menit : 5 = 384,75 menit = 6 jam 25 menit/hari

Jumlah hari kerja per tahun :

Jumlah hari per tahun 365 hari

Libur Sabtu-Minggu ..... 104 hari

Libur resmi..................... 14 hari

Hak cuti ......................... 12 hari

---------------------- 130 hari

--------------

235 hari

Jam kerja efektif per tahun:

5 hr kerja = 235 x 384,75 menit = 90.416,25 menit = 1507 jam

- Waktu Pelaksanaan Pengukuran :

Pengukuran beban kerja pada setiap unit organisasi di lingkungan Departemen Keuangan dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan setiap tahun sekali.

- Teknik Pengumpulan Data

Pengukuran beban kerja pada setiap unit organisasi di lingkungan Departemen Keuangan dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan setiap tahun sekali.

- Teknik Pengolahan Data

o Pengolahan data ABK dilakukan dengan menghitung beban/bobot kerja setiap jabatan yang berada pada satu unit organisasi sesuai dengan produk-produk/hasil kerjanya pada form A, B, dan C, merekapnya ke dalam formulir FP2, serta membuat perhitungan kebutuhan pegawai dan efektivitas kerja dengan formulir FP3 dan FP4.

o Setelah ditetapkannya jam kerja efektif maka semua output/kegiatan-aktivitas harus bisa dikonversi ke dalam orang jam.

o Untuk menghitung beban/bobot kerja adalah hasil kali antara volume dengan beban kerja.

o Data dalam Form A, B, dan C diolah untuk menghitung beban/bobot kerja setiap jabatan dalam suatu unit kerja, dengan menggunakan rumus tersebut di atas dan direkap ke dalam formulir F.P. 2 (Rekapitulasi Jumlah Beban Kerja Jabatan Berdasarkan Produk dari Form A dan B).

o Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja tersebut, selanjutnya dapat dihitung jumlah kebutuhan pegawai per jabatan, dengan menggunakan formulir F.P.3 (Perhitungan Kebutuhan Pejabat/ Pegawai, Tingkat Efisiensi Jabatan (EJ) dan Prestasi jabatan (PJ)) dan menggunakan rumus:

Jumlah kebutuhan pegawai/pejabat = jumlah bobot kerja
jam kerja efektif

o Dalam FP3 ini sekaligus akan dapat dihitung kelebihan/kekurangan pegawai berdasarkan jabatan, Efektivitas Jabatan (EJ) dan Prestasi Kerja Jabatan (PJ), dengan rumus:

Kelebihan/kekurangan pegawai/pejabat = Selisih antara jumlah pejabat yg ada dengan perhitungan kebutuhan.

o Dalam FP4 ini sekaligus akan dapat dihitung kelebihan/kekurangan pegawai unit, Efektivitas Unit (EU) dan Prestasi Kerja Unit (PU), dengan rumus:

Kelebihan/kekurangan pegawai Unit = Selisih antara jumlah unit yg ada dengan perhitungan kebutuhan.

 

 
FOTO-FOTO
JoomGallery not installed
CARI
Login



Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini13
mod_vvisit_counterKemarin318
mod_vvisit_counterMinggu ini1331
mod_vvisit_counterBulan ini6182
mod_vvisit_counterSemua407629

IP: 54.198.34.238
jpfchat15online
  • No users online