Menelusuri Kantor Pelayanan Pajak Terbaik se-Indonesia Melalui Diklat Execellent Frontliner Basic

2511-1

(Tangerang Selatan) Pada Kamis, 23 November 2017, lima belas peserta Diklat Excelllent Frontliner Basic Angkatan V mendapat kesempatan yang sangat berharga dengan melakukan kunjungan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pondok Aren untuk melakukan observasi langsung terkait materi diklat yang telah diterima. Observasi tersebut menjadi istimewa karena para peserta diklat dapat melihat langsung pelayanan yang diberikan oleh pemenang lomba kantor pelayanan pajak tingkat nasional untuk lingkup Direktorat Jenderal Pajak. Tidak hanya melihat langsung pelayanan terbaik yang diberikan oleh frontliners kantor tersebut, para peserta diklat juga dibuat terkesima dengan fasilitas, dekorasi, dan konsep ruang KPP Pratama Pondok Aren.

Diawali dengan sambutan hangat petugas keamanan dan petugas informasi di lobi kantor, para peserta langsung diarahkan ke ruang pertemuan yang terletak di lantai dua kantor tersebut. Langkah para peserta tak jarang berhenti untuk melihat, menyentuh, bahkan memfoto berbagai sudut kantor yang dihiasi dengan berbagai ornamen menarik. Mulai dari anak tangga yang dilekatkan dengan kata-kata penuh makna hingga bawah tangga yang disulap menjadi tempat-tempat nyaman seperti, child playground dan mini café tak luput dari jepretan kamera ponsel peserta. Sesampainya di lantai dua, para peserta disambut dengan ramah oleh jajaran pimpinan KPP Pratama Pondok Aren dipersilakan memasuki ruang rapat besar kantor tersebut.

2511-2

Kegiatan di ruang rapat dibuka dengan penyampaian maksud dan tujuan kedatangan para peserta diklat yang disampaikan oleh Khalimi, yang turut didampingi oleh Nialul Hisan. Keduanya merupakan Widyaiswara Pusdiklat Pengembangan SDM yang menjadi fasilitator untuk para peserta diklat. Kedatangan rombongan diklat diterima dengan baik oleh Kepala Kantor, Sunarko, yang didampingi oleh Kepala Seksi Pelayanan (Lis Rahmawati) dan Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi I—Heri Widiarto. Dalam sambutannya, Sunarko bercerita tentang perjalanan KPP Pratama Pondok Aren yang baru berdiri pada tahun 2015 hingga menjadi pemenang lomba kantor pelayanan pajak se-Indonesia. “Pegawai kami (berjumlah) 98, tetapi WP yang dilayani sebanyak 2033. Dari perbandingan yang terlalu jauh tersebuh kami berinovasi untuk menutupi keterbatasan,” kata Sunarko dalam sambutannya. Salah satu inovasi yang dilakukan tersebut adalah dengan melakukan sms blasting untuk mengimbau wajib pajak melalui media SMS. Selain itu, KPP Pondok Aren juga menyediakan ruang khusus untuk pelaporan terkait perpajakan dengan menggunakan laboratorium komputer.

Selepas sambutan yang diberikan oleh kepala kantor, secara bergantian Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi I dan Kepala Seksi Pelayanan memaparkan proses berdirinya KPP dan jenis-jenis kegiatan yang dilakukan KPP kepada stakeholders. Heri mengatakan dalam proses pendiriannya, KPP Pratama Pondok Aren menyanggupi untuk kantor tidak hanya sebagai tempat pelayanan, tetapi juga sebagai tempat perkuliahan dan pendidikan. “Mahasiswa PKN STAN dapat belajar langsung di sini,” ujarnya. Sementara, untuk berbagai jenis kegiatan yang dilakukan, Lis menjelaskan ada program kelas pajak dan pembinaan UMKM oleh KPP. “Kita juga memiliki ruang pengajaran khusus untuk praktik mahasiswa,” tambahnya.

2511-3

Acara di ruang rapat kemudian beralih ke sesi tanya-jawab dengan beberapa orang peserta yang melontarkan pertanyaan. “Kami mengakomodasi kemauan dan kreativitas pegawai untuk membuat kantor ini menjadi lebih baik,“ jawab Sunarko kepada salah satu peserta yang bertanya tentang kiat menjaga motivasi pegawai. Jawaban tersebut mencerminkan mini café dan berbagai karya unik lainnya hasil kreasi pegawai. “Jika Bapak/Ibu tadi melihat ada pot-pot tanaman di kotak-kotak kayu, itu adalah hasil karya pegawai kami yang hobinya menggergaji,” terangnya terkait mengakomodasi kemauan dan kreativitas pegawai. Dalam kesempatan itu, Sunarko juga menjelaskan tentang upaya KPP Pratama Pondok Aren dalam upaya membentuk identitas kantor. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengenali lingkungan sekitar dan mengambil unsur kearifan lokal (Banten) yang diwujudkan dengan simbol-simbol di dinding-dinding kantor.

2511-4

Kegiatan observasi peserta Diklat Excelllent Frontliner Basic Angkatan V ditutup dengan melihat secara langsung para pegawai KPP Pratama Pondok Aren bekerja melayani stakeholders-nya. Ada dua ruangan yang dijadikan tempat observasi, yakni ruangan pengawasan dan konsultasi dan ruangan pelayanan. Di kedua tempat itu para peserta diklat yang bertugas sebagai frontliner di kantor masing-masing menyaksikan secara langsung keterampilan para pegawai kantor pemenang lomba pelayanan pajak tingkat nasional beserta fasilitas pendukung di dalamnya yang menjadikan KPP Pratama Pondok Aren layak menjadi kantor pelayanan pajak terbaik se-Indonesia tahun 2017.

2511-5

 

Seputar Cuti dalam Diklat Manajemen Sumber Daya Manusia Angkatan IV

2511-6

Di tempat terpisah, tepatnya di Ruang F 206, Gedung F, PKN STAN, juga diselenggarakan diklat Manajemen Sumber Daya Manusia Angkatan IV yang telah berlangsung sejak Senin, 20 November 2017. Hari keempat diklat diisi dengan materi kesejahteraan dan penghargaan ASN yang disampaikan langsung oleh Kepala Subbagian Kesejahteraan, Biro Sumber Daya Manusia, Sekretariat Jenderal: Bester Rajib. Berbicara seputar cuti, Bester menyampaikan materi dengan cermat dan lancar. Aturan mengenai cuti tahunan, cuti sakit, dan cuti bersama disampaikan tanpa kendala. Kabar gembira ia sampaikan terkait cuti bersalin, “Tahun depan (cuti bersalin) direncanakan tidak memotong tunjangan,” ujarnya yang disambut beberapa senyum sumringah dari sebagian peserta diklat.

2511-7

Selain soal cuti bersalin, Bester juga memaparkan perbedaan signifikan antara Cuti Alasan Penting versi PP 24 Tahun 1976 dan PP 11 Tahun 2017. Perbedaan yang paling signifikan adalah jangka waktu cuti yang diberikan, jika sebelumnya cuti karena alasan penting dapat diberikan maksimal 60 hari, mulai tahun 2017 hanya dapat diberikan selama 30 hari. Selain itu, salah satu perbedaan lainnya ialah terkait perkawinan. Pada peraturan sebelumnya, cuti jenis ini dapat diberikan dalam rangka melangsungkan perkawinan pertama, pada peraturan terkini, tercatat dapat diberikan bagi pegawai yang melangsungkan perkawinan (tanpa diikuti kata pertama). “Itu artinya Bapak-Ibu dapat merayakan perkawinan yang kesekian kalinya,” kata Bester disambut gelak tawa para peserta.

Paling Banyak Dibaca

  • Penyiapan Tenaga Pendamping Penyusunan LK K/L +

    [Bogor, 4 Januari 2018] Pagi ini Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan menyelenggarakan Lokakarya pertamanya di tahun 2018. Pembukaan lokakarya yang bernama Baca Selengkapnya
  • Catatan 2017, Harapan 2018 +

    [Bandung] Jumat, 5 Januari 2018 – Mengawali tahun 2018 ini, Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Barat menyelenggarakan konferensi pers yang pertama kali Baca Selengkapnya
  • Diklat Pembuka di Awal Tahun 2018 +

    [Medan] Senin, 10 Januari 2018. Diklat Penyiapan Tenaga Pendamping Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Angkatan I dan Diklat Teknis Substantif Spesialisasi Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise
Indonesia Darurat Narkoba
APBN Kemenkeu 2016